Penurunan kuantitas air lebih banyak disebabkan oleh rusaknya daerah tangkapan air sehingga pada musim hujan air tidak sempat meresap ke dalam tanah sehingga terjadi banjir, dan pada musim kemarau persediaan air berkurang karena suplai air dari mata air juga berkurang. Sementara itu penurunan kualitas lebih banyak disebabkan oleh pencemaran berbagai limbah dari industri, rumah tangga dan kegiatan pertanian.
Seringkali terjadi anggapan bahwa
persediaan air dalam keadaan tak terhingga karena air dapat terusmenerus
terbentuk melalui tahap daur hidrologi, walaupun sebenarnya hanya
sebagian kecil saja air yang dapat digunakan setiap saat. Anggapan ini
menimbulkan pola konsumsi air yang mengarah pada pemanfaatan yang tidak
berkelanjutan sehingga mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan.
Source:
http://air.telapak.org/sumber-daya-air/sumber-daya-air/potensi-air-indonesia/3-potensi-air-indonesia
Penurunan kuantitas air lebih banyak disebabkan oleh rusaknya daerah tangkapan air sehingga pada musim hujan air tidak sempat meresap ke dalam tanah sehingga terjadi banjir, dan pada musim kemarau persediaan air berkurang karena suplai air dari mata air juga berkurang. Sementara itu penurunan kualitas lebih banyak disebabkan oleh pencemaran berbagai limbah dari industri, rumah tangga dan kegiatan pertanian.
Seringkali terjadi anggapan bahwa
persediaan air dalam keadaan tak terhingga karena air dapat terusmenerus
terbentuk melalui tahap daur hidrologi, walaupun sebenarnya hanya
sebagian kecil saja air yang dapat digunakan setiap saat. Anggapan ini
menimbulkan pola konsumsi air yang mengarah pada pemanfaatan yang tidak
berkelanjutan sehingga mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan.
Source:
http://air.telapak.org/sumber-daya-air/sumber-daya-air/potensi-air-indonesia/3-potensi-air-indonesia
Penurunan kuantitas air lebih banyak disebabkan oleh rusaknya daerah tangkapan air sehingga pada musim hujan air tidak sempat meresap ke dalam tanah sehingga terjadi banjir, dan pada musim kemarau persediaan air berkurang karena suplai air dari mata air juga berkurang. Sementara itu penurunan kualitas lebih banyak disebabkan oleh pencemaran berbagai limbah dari industri, rumah tangga dan kegiatan pertanian.
Seringkali terjadi anggapan bahwa
persediaan air dalam keadaan tak terhingga karena air dapat terusmenerus
terbentuk melalui tahap daur hidrologi, walaupun sebenarnya hanya
sebagian kecil saja air yang dapat digunakan setiap saat. Anggapan ini
menimbulkan pola konsumsi air yang mengarah pada pemanfaatan yang tidak
berkelanjutan sehingga mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan.
Source:
http://air.telapak.org/sumber-daya-air/sumber-daya-air/potensi-air-indonesia/3-potensi-air-indonesia



0 komentar:
Posting Komentar